Revitalisasi Relawan GACA, MKS PDA Kota Yogyakarta Perkuat Pendampingan Anak dan Ketahanan Keluarga

Bagikan

Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, baik secara langsung melalui kekerasan fisik dan psikis maupun tidak langsung melalui internet dan media sosial, mendorong Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta untuk melakukan revitalisasi relawan GACA (Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak). Langkah ini dilakukan guna menggiatkan kembali peran relawan dalam melakukan pendampingan anak di tengah masyarakat.

- Advertisement -

Kegiatan revitalisasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan antar cabang se-Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh MKS PDA Kota Yogyakarta. Dalam pesan singkatnya, Ketua MKS PDA Kota Yogyakarta, Umi, menyampaikan bahwa semakin maraknya berita tentang kekerasan anak menjadi perhatian serius yang harus ditindaklanjuti melalui penguatan relawan pendamping anak.

Pertemuan kali ini menghadirkan MKS PCA Kotagede sebagai tuan rumah. Dalam sambutannya, Ketua MKS PCA Kotagede, Sumaryati, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan perhatian kepada anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, serta dhuafa melalui program santunan.

Artikel Lainnya
1 of 104

“PCA Kotagede membagikan surat infak dan sedekah kepada donatur tetap maupun pimpinan ‘Aisyiyah di wilayah Kotagede untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa,” ujarnya.

Sumaryati juga melaporkan bahwa saat ini jumlah anak yatim di wilayah Kotagede mencapai 207 anak dan kemungkinan masih akan bertambah.

Sementara itu, Sekretaris MKS PDA Kota Yogyakarta, Mimi Chandra, menegaskan pentingnya penataan ulang data relawan GACA di setiap cabang. Menurutnya, para relawan yang telah mengikuti berbagai pelatihan pada periode sebelumnya perlu terus diberdayakan.

Baca Juga :   MEK PCA Kotagede Gelar Sosialisasi Sertifikasi Halal untuk UMKM

“Relawan-relawan GACA yang telah mengikuti pelatihan, baik paralegal, ketahanan keluarga, maupun psikososial, hendaknya terus bergerak melakukan pengimbasan ke cabang dan ranting serta memberikan pendampingan sesuai prinsip yang harus dipahami relawan,” jelas Mimi.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula narasumber dari MKS PWA DIY, Aidatul Adhiyah. Ia menegaskan bahwa GACA merupakan salah satu program unggulan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY sehingga seluruh relawan dan masyarakat perlu memiliki kepedulian terhadap anak, khususnya anak yatim dan dhuafa.

Aidatul juga menyoroti kasus-kasus kekerasan anak yang belakangan ramai diperbincangkan di masyarakat. Ia berharap lembaga penitipan anak di lingkungan ‘Aisyiyah telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang baik demi menjamin keamanan anak-anak.

“Jika ingin menyekolahkan atau menitipkan anak, orang tua harus benar-benar memperhatikan dan melihat langsung kondisi sekolah. Jangan mudah percaya, tetapi harus dibuktikan,” tegasnya.

Selain itu, Aidatul menekankan pentingnya menjaga aqidah anak sejak dini dan menyampaikan beberapa cara mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, di antaranya:

  1. Tidak menyekutukan Allah (La tusyrik billah)
  2. Mengamalkan nilai-nilai organisasi dalam kehidupan keluarga
  3. Mengawasi penggunaan gadget pada anak dengan bijak
  4. Memberikan perhatian khusus kepada anak disabilitas
  5. Peduli terhadap kaum rentan dan lingkungan sosial anak

Pada akhir pertemuan, Aidatul mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat peran relawan dalam pendampingan anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun psikis anak. (umih)


Bagikan

Leave a Reply