
TLSA Basen Semarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-109 dengan Bakti Sosial di Panti Lansia ‘Aisyiyah Surakarta
Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-109, Milad Taman Lansia Sahaja ‘Aisyiyah (TLSA) Basen ke-3, serta Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap 29 Mei, TLSA Basen menggelar kegiatan bakti sosial dan silaturahmi ke Panti Penyantunan Usia Lanjut ‘Aisyiyah Surakarta pada Senin (1/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 56 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota TLSA Basen. Sebelum menuju lokasi panti, rombongan terlebih dahulu mengikuti kegiatan penyegaran di Umbul Panorama Boyolali. Di lokasi tersebut, peserta menikmati berbagai fasilitas seperti terapi ikan dan berendam di kolam yang bersumber dari mata air alami.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Koordinator Divisi Pendidikan TLSA Basen, Siti Rahayu, mengajak peserta mengikuti permainan kelompok. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang secara bergantian menyanyikan lagu-lagu nasional sehingga menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kekompakan.
Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Lansia
Setelah kegiatan penyegaran, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Panti Penyantunan Usia Lanjut ‘Aisyiyah Surakarta. Kunjungan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada para lansia penghuni panti.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh perwakilan pengelola panti, Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan dari TLSA Basen Kotagede.
Ia juga menjelaskan sejarah berdirinya panti yang dibangun di atas tanah wakaf milik Ibu Sukatinah Karto Suwagnyo. Panti mulai beroperasi pada tahun 1990 setelah proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap sejak tahun 1989.
Menurut Agus, panti tersebut memiliki kapasitas 32 penghuni dan saat ini seluruh kapasitas telah terisi. Dari jumlah tersebut, delapan lansia berada dalam kondisi bedridden atau memerlukan perawatan khusus. Selain menerima lansia dari berbagai daerah, panti juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Surakarta dalam penanganan lansia yang membutuhkan layanan sosial.
“Tujuan utama panti ini adalah membimbing, membina, dan mendampingi para lansia agar dapat menjalani masa tua dengan nyaman serta meraih husnul khatimah,” ungkap Agus.
Selain melayani penghuni panti, lembaga ini juga memiliki program pembinaan bagi sekitar 150 lansia non-panti yang tinggal di sekitar lokasi melalui bantuan kebutuhan pokok dan pendampingan rutin.
Untuk mendukung pelayanan, panti memiliki delapan perawat yang bertugas secara bergiliran, didukung kunjungan dokter serta berbagai kegiatan pembinaan seperti pengajian, salat berjamaah, penyuluhan kesehatan, dan olahraga ringan.
Menyalurkan Bantuan dan Memberikan Hiburan
Mewakili rombongan TLSA Basen, Ketua Rombongan Umi Hidayati menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109, Milad TLSA ke-3, sekaligus peringatan Hari Lanjut Usia Nasional.
“Kami ingin bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan para lansia di panti ini. Selain membawa bantuan barang dan dana tunai, kami juga membawa alat permainan edukatif yang diharapkan dapat membantu melatih motorik dan daya pikir para penghuni,” ujar Umi.
Pada kesempatan tersebut, bantuan secara simbolis diserahkan oleh Ketua PRA Basen Atik Amanati bersama Ketua Pengurus TLSA Basen Muftiah kepada pihak panti.
Setelah prosesi penyerahan bantuan, para peserta berinteraksi langsung dengan penghuni panti melalui berbagai kegiatan hiburan. Para lansia diajak bernyanyi bersama, mengikuti permainan tangan, hingga permainan edukatif yang membuat suasana panti menjadi lebih hidup dan penuh kehangatan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para penghuni yang tampak bahagia dan terhibur dengan kehadiran rombongan TLSA Basen.
Ditutup dengan Pengajian dan Refleksi Keagamaan
Usai kegiatan di panti, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Madaniyah untuk melaksanakan Salat Zuhur berjamaah.
Sambil menunggu waktu Salat Ashar, Siti Rahayu memberikan pengajian dengan mengkaji QS Al-Baqarah ayat 1–5 tentang ciri-ciri orang bertakwa. Kajian tersebut menjadi momen refleksi spiritual yang melengkapi rangkaian kegiatan sosial dan silaturahmi sepanjang hari.
Setelah seluruh kegiatan selesai, rombongan kembali ke Kotagede dengan membawa pengalaman berharga dan semangat untuk terus menebarkan kepedulian kepada para lansia. (umih)
