Bootcamp Relawan GACA ‘Aisyiyah DIY Perkuat Kapasitas Perlindungan Anak, PDA Kota Yogyakarta Siapkan Langkah Nyata

Bagikan

Yogyakarta – Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah (PDA) ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta mengirimkan relawan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) untuk mengikuti Bootcamp Penyegaran Relawan GACA yang diselenggarakan oleh Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta.

- Advertisement -

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Ahad, 25–26 Juli 2026, di Wisma PU Kaliurang ini mengusung tema “Membangun Kesadaran dan Kapasitas Penanganan Masalah Anak di Masyarakat.” Bootcamp diikuti oleh relawan GACA dari lima daerah, yakni Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Meningkatkan Kapasitas Relawan Perlindungan Anak

Artikel Lainnya
1 of 118

Ketua MKS PWA DIY, Wuri Astuti, menegaskan bahwa meningkatnya berbagai bentuk kekerasan terhadap anak menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Meski regulasi mengenai perlindungan anak telah tersedia, implementasi di lapangan masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, para relawan GACA tidak hanya mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten, tetapi juga diminta mempresentasikan studi kasus dari masing-masing daerah sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.

“Melalui studi kasus ini, kita dapat melihat bagaimana penanganan kasus dilakukan di setiap daerah sekaligus mencari solusi yang lebih efektif,” ungkap Wuri Astuti.

Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga

Pada pembukaan kegiatan, Ketua PWA DIY, Widiastuti, menyampaikan bahwa berdasarkan berbagai data, salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap anak adalah pola pengasuhan yang belum optimal.

Baca Juga :   KWT 'Aisyiyah Berkah Lumintu PRA Prenggan Sambut Juri GLHA Tingkat Pimpinan Pusat 'Aisyiyah

Selain itu, persoalan perceraian akibat tekanan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga juga memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang anak.

Menurutnya, keberadaan Relawan GACA menjadi sangat penting sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat perlindungan anak mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Ahmad Syauqi: ‘Aisyiyah Harus Menjadi Garda Terdepan

Anggota DPD RI, Ahmad Syauqi S., yang hadir sebagai keynote speaker mengapresiasi penyelenggaraan Bootcamp GACA.

Ia menyoroti semakin kompleksnya ancaman terhadap anak-anak saat ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba yang dikemas melalui produk vape, tingginya penggunaan telepon pintar (smartphone), hingga masuknya berbagai paham dan ideologi yang menyasar generasi muda.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah untuk terus menjadi garda terdepan dalam upaya perlindungan anak.

Dibekali Berbagai Materi Strategis

Selama dua hari, peserta memperoleh berbagai materi dari para pakar dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan anak, antara lain:

  • Review Gerakan GACA oleh Tim GACA MKS PWA DIY yang diwakili Umi Hidayati.
  • Kebijakan Pemerintah DIY dalam Perlindungan Anak dan Jaringan Layanan oleh DP2AP3 DIY.
  • Kebijakan ‘Aisyiyah dalam Perlindungan Anak dan Perempuan serta Optimalisasi Peran AUM dan AUA oleh Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos., M.Si.
  • Peran Relawan GACA dalam Pencegahan dan Manajemen Kasus oleh Prof. Elly Nurhayati, MPH., Ph.D., Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.
  • Kesehatan Reproduksi dan Kekerasan Berbasis Gender Online oleh Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
  • Layanan Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) ‘Aisyiyah oleh Endang Widhiatiningsih, S.H., Ketua Posbakum PWA DIY.

Studi Kasus Jadi Pembelajaran Bersama

Selain sesi materi, para peserta mengikuti diskusi studi kasus berdasarkan pengalaman masing-masing daerah.

Baca Juga :   Download Jadwal Imsakiyah Ramadan 1445 H Se-Indonesia

Relawan dari PDA Kota Yogyakarta mempresentasikan penanganan kasus seorang anak terlantar akibat ibunya mengalami sakit berat. Kisah tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam memberikan pendampingan kepada anak dan keluarganya.

Setelah seluruh daerah mempresentasikan kasusnya, Ketua MKS PPA, Abidah, memberikan evaluasi sekaligus apresiasi atas solusi yang telah dilakukan oleh masing-masing daerah. Untuk Kota Yogyakarta, ia memberikan penghargaan atas pendekatan kolaboratif yang dilakukan serta mendorong agar pendampingan terhadap anak dan keluarga terus berlanjut secara berkesinambungan.

Menyusun Rencana Tindak Lanjut

Pada akhir kegiatan, setiap daerah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak di wilayah masing-masing.

Relawan GACA PDA Kota Yogyakarta merancang berbagai program yang akan dilaksanakan secara kolaboratif bersama majelis-majelis di lingkungan PDA Kota Yogyakarta, Amal Usaha ‘Aisyiyah (AUA), serta berbagai lembaga dan instansi terkait.

Sebelum kegiatan ditutup, seluruh peserta membacakan Ikrar Relawan GACA dan menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk kesiapan menjalankan tugas perlindungan anak di masyarakat.

Menariknya, Relawan GACA PDA Kota Yogyakarta juga memperoleh apresiasi sebagai kelompok paling kompak, berkat kekompakan mereka mengenakan seragam yang sama selama kegiatan berlangsung.

Bootcamp ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas relawan GACA sehingga mampu memberikan pendampingan, edukasi, dan perlindungan yang lebih optimal bagi anak-anak di Daerah Istimewa Yogyakarta. (umih)


Bagikan

Leave a Reply