Haedar Nashir: Generasi Emas Harus Dibangun dengan Iman, Akhlak, dan Fisik yang Kuat

Bagikan

YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menaruh harapan besar terhadap pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai pusat penguatan kemandirian sekaligus pembinaan generasi masa depan bangsa.

- Advertisement -

Harapan itu disampaikan dalam Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah pada Sabtu, (20/6) yang digelar di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, Haedar menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Tapak Suci atas komitmen dan dukungan yang diberikan untuk mewujudkan pembangunan padepokan.

Artikel Lainnya
1 of 111

Ia berpesan, pembangunan yang telah dimulai harus terus bergerak maju. Setiap proses pembangunan harus berkelanjutan dan berkembang agar mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan masyarakat.

“Di Muhammadiyah tidak pernah ada cerita pembangunan tidak berlanjut atau berhenti setelah peletakan batu pertama dilakukan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dana sebesar Rp5 miliar dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang dinilai menjadi modal penting untuk membangkitkan semangat kemandirian di lingkungan Tapak Suci dan Muhammadiyah.

“Terima kasih atas dukungan dana Rp5 miliar yang tidak kecil, sangat besar untuk awal pembangunan ini,” ucapnya.

Padepokan Bukan Sekadar Infrastruktur Fisik

Haedar menyampaikan, pembangunan padepokan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, keberadaan padepokan diharapkan menjadi pusat penguatan karakter, pendidikan, dan pembentukan sumber daya manusia yang unggul.

Baca Juga :   Menghidupkan Keteladanan Pahlawan, PH PRA Prenggan Gelar Rihlah Penuh Hikmah

Muhammadiyah, lanjut Haedar, melalui berbagai amal usaha yang dimiliki akan terus berkiprah dalam pembangunan bangsa, baik melalui pembangunan fisik, pembangunan mental, maupun pembangunan karakter masyarakat hingga menjangkau wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“Pembangunan kesejahteraan, pembangunan kecerdasan kehidupan bangsa, dan kemajuan tidak pernah berhenti. Kemampuan kita harus semakin luas untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh ke depan dan kawasan-kawasan yang membutuhkan,” paparnya.

Dalam konteks pembangunan bangsa, Haedar menilai semangat kemandirian harus terus ditumbuhkan tanpa meninggalkan semangat kolaborasi. Perpaduan antara kemandirian dan kerja sama menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Menyiapkan Generasi Emas 2045 Berbasis Iman dan Akhlak

Selain pembangunan fisik, Haedar memberikan perhatian besar pada pembinaan generasi muda. Tapak Suci diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam membentuk karakter generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha yang akan menjadi kekuatan utama Indonesia pada masa mendatang.

Ia memandang, target Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila generasi muda dipersiapkan secara matang dengan fondasi iman, akhlak, ilmu pengetahuan, dan karakter yang kuat.

“Kita sudah ada dalam pembangunan fisik, pembangunan mental, generasi, dan masyarakat. Pendidikan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses tersebut,” imbuhnya.

Secara khusus, Haedar mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga sebagaimana pesan Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6. Pesan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun manusia yang utuh.

“Menjaga diri bukan hanya terkait keimanan, melainkan juga mencakup kesehatan fisik, keselamatan hidup, dan kualitas kehidupan sosial. Karena itu, pembinaan generasi harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengembangkan kekuatan fisik, mental, intelektual, dan spiritual secara seimbang,” terangnya.

Baca Juga :   TK ABA Purbayan : Mengenal Proses Jual Beli melalui Market Day

Haedar memaknai olahraga dan seni bela diri menjadi bagian dari aktivitas Tapak Suci yang memiliki posisi penting dalam membentuk pribadi yang kuat dan berkarakter. Kekuatan fisik yang sehat harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman dan akhlak.

Sebab itu, pendidikan sejati harus mampu melahirkan generasi yang memiliki akal budi yang jernih, fisik yang sehat, kehidupan yang selamat, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Haedar berpesan, Tapak Suci selama ini dikenal sebagai organisasi yang terbuka dan dapat diterima oleh berbagai kalangan. Karena itu, nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan kemanusiaan harus terus dijaga dalam setiap gerak organisasi.

Dengan berdirinya padepokan tersebut, Haedar berharap Tapak Suci semakin mampu memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan kader yang tidak hanya unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki karakter keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan yang kuat.

“Melalui iman, akhlak, kesehatan, dan kehidupan sosial yang baik, kita bisa membangun Indonesia yang lebih maju dan membawa kemaslahatan bagi semua,” pungkasnya. (guf)


Bagikan

Leave a Reply