
UMKM PRA Prenggan Ikuti Bimtek Fasilitasi Informasi Nilai Gizi Pada Label Pangan Olahan
Yogyakarta – 20 pelaku UMKM dari Prenggan, Kotagede, Yogayakarta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasiliitasi Informasi Nilai Gizi (ING) Pada Label Pangan Olahan. Keduapuluh Pelaku UMKM tersebut tergabung dalam Paguyuban UMKM Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Prenggan, Kotagede, Yogyakarta. Bimtek ING ini dilaksanakan di Hotel Royal Brongto Yogyakarta pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini disupport oleh anggota komisi B DPRD DIY Fraksi PAN, Rifki Listianto, S.Si, M.Sc dan difasilitasi oleh Dinas Koperasi Propinsi DIY bersama BPOM DIY.
Hadir dalam acara ini Rifki Listianto Sendiri, para pemateri yaitu ibu Nina dari BPOM dan Fikri Kurniawan dari Gapura Digital. Sedangkan pendampingan desk Si BAkul Jogja diwakili oleh Erlangga dari Diskop UKM DIY.
Kebijakan Pemda DIY dalam Keamanan Pangan
Membuka dan mengawali acara Bimtek ini, Rifki Listianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu Pokir (Pokok Pikiran) beliau. Bimtek ini diberikan sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk membantu UMKM supaya naik kelas. Dari segi jenis produk bisa didorong untuk lebih bervariasi. Secara legalitas bisa difasilitasi untuk memperoleh NIB, PIRT, sertifikat Halal juga Co Branding. Termasuk yang dilakukan dalam kegiatan kali ini yakni Bimtek Fasilitasi Informasi Nilai Gizi (ING) Pada Label Pangan Olahan. ING ini merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan kelengkapan informasi suatu produk. “Jika sudah terpenuhi standarisasi produk, kemasan, keamanan, legalitas dan dilengakapi dengan ING maka kesempatan untuk menembus pasar yang lebih luas akan terbuka lebar. Tidak hanya pasar lokal tapi bisa Nasional bahkan bisa menembus Manca Negara”, demikian Rifki menjelaskan. “Jika semua persyaratan memenuhi, para peserta juga berkesempatan mengikuti pameran – pameran dalam skala luas”, tandas Rifki.
Pentingnya Pencantuman ING pada Label Pangan Olahan
Pemaparan pentingnya ING dalam sebuah produk pangan olahan disampaikan oleh Nina, dari BPOM DIY. Menurut Nina, pada dasarnya semua produk itu wajib ada ING kecuali air. Label nilai gizi nantinya bisa memberikan panduan kepada konsumen untuk menentukan takaran aman dalam mengkonsumsi suatu produk. ING juga sangat menolong untuk konsumen yang melakukan diet terhadap kandungan zat tertentu seperti karbohidrat, gula, tepung dan lainnya. Secara peraturan, tabel lengkap berisi antara lain Nama Dagang, Nama Jenis, Nomor Jenis Edar, Berat Bersih, Sertifikasi Halal, Alamat dan Nama Produsen dan Tabel ING.
Produk yang diajukan untuk diuji ING kali ini adalah pangan olahan (makanan kering kemasan dan froozen food) kecuali produk susu dan rempah. Masing – masing peserta mengirimkan produk seberat 200 gram untuk dikirim ke BPOM. Sampel tersebut selanjutnya akan diuji Lab di Laboratorium Saraswati Bogor. Menurtut Nina, hasil uji Laboratorium akan diterima peserta kurang lebih 1 bulan setelah Sampel dikirim. Setelah peserta mendapatkan sertifikat hasil uji, selanjutnya bisa mencetak secara mandiri untuk dicantumkan pada label kemasan produk masing – masing.
Digital Marketing
Sesi kedua dari Bimtek ini adalah Digital Marketing. Materi ini mendatangkan Narasumber dari Gapura Digital yakni Fikri Kurniawan. Mengawali materinya, Fikri memberikan uraian singkat tentang pentingnya digitalisasi dalam dunia perdagangan. Selanjutnya Fikripun memberikan pendampingan *one on one* kepada peserta untuk bisa memanfaatkan Teknologi AI (Artificial Intelegence). Pemanfaatan teknologi AI ini sangat penting untuk membantu meningkatkan mutu iklan / promosi baik lewat Instagram, Tiktok, Facebook dan lainnya.
Para peserta sangat antusias mengikuti pendampingan ini. AI sebagai Teknologi Kecerdasan Buatan yang konon memiliki IQ di atas 200 ini mampu memberikan bantuan kepada peserta untuk melakukan pengeditan foto – foto produk mereka menjadi lebih apik dan elegan sehingga menambah kepercayaan diri untuk mengunggahnya ke platform masing – masing.
Si BAkul Jogja
Sesi terakhir dari acara Bimtek ini adalah pendampingan desk Si BAkul Jogja. Para peserta dipandu untuk melakukan pendaftarn menjadi anggota / mitra Si BAkul Jogja. Si BAkul sendiri adalah Sistem informasi pembinaan digital untuk Koperasi dan UMKM di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang
dikelola oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Program ini berfungsi sebagai pusat data, wadah pelatihan dan layanan pasar digital untuk membantu pelaku usaha lokal naik kelas. Salah satu mafaat yang bisa didapatkan dari mitra Si BAkul adalah memperoleh gratis ongkir bagi UMKM yang harus mengirimkan dagangannya kepada pelanggan yang jangkauannya jauh. Dengan kata lain, Si BAkul Jogja ini menyediakan program dukungan pengiriman untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM. Demikian penjelasan Erlangga.
Selanjutnya para peserta mendapatkan bimbingan untuk melakukan pendaftaran ke aplikasi Si BAkul Jogia. Dengan telaten Erlangga melayani satu persatu peserta yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran. Dengan ketelatenan dan kesabaran, semua peserta pada akhirnya sukses melakukan pendaftaran menjadi mitra Si BAkul Jogja.
Acara yang diawali jam 09.00 WIB dan seharusnya berakhir jam 15.00 WIB itupun akhirnya mundur 1 jam. Namun semua panitai tetap berkomitmen menunggu sampai semuanya selesai dan akhirnya disudahi pada jam 16.00 WIB. Kepada peserta juga diberikan kebebasan untuk setiap saat datang ke
Dinas Koperasi DIY apabila ada sesuatu hal yang perlu didiskusikan bekaiatan dengan UMKM. (Nf)
